Aku masih ingat suasana kampung, sejuk dan damai.
Inikah yang engkau namakan kampung akherat?
Kala itu, langit sedikit gelap. Kurasa, maghrib baru saja lewat.
Di depanku, sebuah rumah sederhana. Bukan gubug, bukan pula bungalo.
Aku berjalan mendekat, dan tepat didepan pintu. Tanganku terayun, mengetuk pintu rumahmu.
Tok..tok..tok..
"Assalaamu'alaikum"
Seseorang membuka pintu.
Aku tertegun memandangnya.
Senyumnya, menunjukkan kesempurnaan susun gigi putihnya. Senyum itu menyejukkan dan menyenangkan.
Dia lebih tinggi dariku. Tubuhnya tegap, atletis mungkin kata orang.
Jenggotnya hitam pekat.
"Saya nabi Ibrahim, ayo masuk"
Nabi Ibrahim? Aku memandang pemuda tampan yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Aku tak pernah membayangkan dia seperti ini. Yang terbayang, adalah seorang tua, berjanggut putih, yang baru punya anak diusia rentanya.
Aku masih terdiam, lalu perlahan masuk kerumah.
Dalamnya pun sederhana.
Setelah pandanganku menyapu ruang tamu rumah sederhana itu, akupu mulai bertanya.
"Nabi Muhammad dimana?" tanyaku.
"Oh, ada didalam, ayo ikut saya"
Aku pun, berjalan dibelakangnya.
Nabi Ibrahim membuka pintu kamarmu.
Engkau tengah bersujud.
"Dia sedang solat!" bisik Nabi Ibrahim.
Kami berdua tegak, menunggumu.
Kuingat, ketika aku masuk ke kamarmu, engkau tengah sujud.
Dari belakang, kuingat postur tubuhmu, dan rambutmu.
Ketika engkau, bertasyahud, aku tak sabar menunggumu mengucapkan salam. Biar kuliat wajah mulia mu.
"Assalaamu'alakum......"
Engkau menolehkan wajahmu...
Aku terkagum-kagum dan terbangun dari mimpiku.
Ku paksa, diriku untuk tidur lagi...agar berjumpa lagi dengan mu...
Semua telah berakhir...
Hatiku berkecamuk, hingga aku makin tidak bisa tidur. Senang berjumpa dengan mu, sedih berpisah denganmu, kecewa waktu berlalu begitu cepat.
Aku benar-benar tidak bisa mengingatmu lagi. Dalam benakku, aku masih bisa melihat dengan jelas senyum dan suara nabi Ibrahim, tapi tidak begitu denganmu. Engkau hilang.
Ah...andaikan engkau datang lagi dalam mimpiku lagi...
Akan kutanya dimana sahabat-sahabat muliamu.
Tapi jika engakau tak pernah datang lagi dalam mimpiku lagi...sampai episodeku berakhir...
Aku berharap, aku dalam barisanmu diakherat kelak
Aku berharap, engkau membantuku mengumpulkan keluargaku di Jannah.
Aku masih merindukanmu...aku juga masih rindu dengan senyuman dan kelembutan Bapaknya para nabi, Nabiyullah Ibrahim.
Engkau adalah mimpi terindah dalam hidupku.
Andaikan engkau datang lagi dalam mimpi ku....
hiks hiks
ReplyDeleteaku mah, mimpi tanganku membusuk (kayaknya di jahannam deh)
naudzubillah
Waah....
ReplyDeletesemoga kita tdk cuma berjumpa dalam mimpi dengan Rasulullah ya,mbak..tetapi benar2 berjumpa nanti di syurga.amiin
ReplyDeleteSubhanallah..mimpinya indah sekali...=)
ReplyDeletesubhanalloh....
ReplyDeleteamin amin iya mbak bener sekali apalagi membayangkan kita sekeluarga bertemu Rasulullah di JannahNYa kelak,
ReplyDeleteiya uni sangat indah sekali mimpi suami,rasanya ingin juga bermimpi seperti dia berjumpa rasulullah
ReplyDeleteSubhanallah...
ReplyDeletenaudzubillahi min dzalik maaf mbak setahu saya kalau kita mimpi buruk tidak boleh di ceritakan tapi Allahu a'lam ,makasih banyak yah dah mampir ke MP kami, semoga kita semua di perjumpakan dengan Rasulullah di jannahNya kelak amiin
ReplyDeletenaudzubillahi min dzalik maaf mbak setahu saya kalau kita mimpi buruk tidak boleh di ceritakan tapi Allahu a'lam ,makasih banyak yah dah mampir ke MP kami, semoga kita semua di perjumpakan dengan Rasulullah di jannahNya kelak amiin
ReplyDeletehuhu...belum pernah bermimpi bertemu Nabi..:(
ReplyDeleteindah nian mimpinya...
ReplyDeleteSemoga kita termasuk jajaran orang-orang yang bs bertemu nabi bukan hanya sekedar mimpi. Amin