Aura galau ummi dan Qey dah terasa niih, seminggu lagi abi melakukan travelling ke tiga negara selama dua minggu meninggalkan kami berempat di sini. Semoga perjalanan abi lancar dan dimudahkan aamiin.
Jadi ingin posting sebuah tulisan ummi, bernostalgia ketika ummi dan abi berjauhan , uhuy..
Komunikasi Perekat Cinta
Sejak pernikahan kami 17 tahun yang
lalu, komitmen awal yang kami bangun dalam rumah tangga kami adalah komunikasi
yang baik antara kami berdua. Bagaimana pun sibuknya diantara kami berdua, komunikasi
tak boleh kami abaikan, baik kami dalam keadaan berdekatan ataupun berjauhan.
Sangat
terasa ketika antara saya dan suami dalam keadaan long distance love selama dua tahun antara Delft dan Jakarta. Pertemuan
fisik kami hanya setahun sekali membuat keadaan yang sangat menyiksa buat saya,
sendiri mengurus anak-anak tanpa suami, tidak ada tempat saya mencurahkan isi
hati seperti yang biasa kami lakukan bila sedang berdekatan.
Ada
rasa menyesal waktu itu, kenapa kami memutuskan saya dan anak-anak untuk pulang
lebih awal dari Delft tempat suami saya menuntut ilmu, tapi tak baik menyesal
di belakang karena tak ada gunanya dan itu tidak akan membantu sama sekali.
Alhamdulillah
Allah yang Maha baik yang telah memberikan saya seorang imam yang saleh, yang sangat
bertanggung jawab pada keluarganya,
cinta tulusnya kepada kami sangat dia tunjukkan dalam perbuatan tidak sekedar
ucapan belaka.
Dua
tahun yang menyiksa itu ditebus olehnya dengan komunikasi yang sangat baik
antara saya dan suami, antara suami dan anak-anak. Kemajuan teknologi
benar-benar kami pergunakan, chating
tiap hari bersamanya, telpon dan pesan singkat melalui handphone darinya tidak pernah kami lewati, berita dari saya dan anak-anak terupdate setiap minggu begitu pun dari
suami saya.
Cara
seperti ini bukan berarti tanpa halangan, ada saja gangguan yang menggoda kami
berdua, misalnya ketika kami asyik chating
via skype, tiba-tiba saja listrik mati atau ketika seru-serunya suami menelpon saya,tiba-tiba terputus karena
pulsa habis atau adanya gangguan sinyal. Kalau sudah begini sering senewen
sendiri. Hmm hidup memang cobaan tapi kami harus struggle menjalaninya.
Walaupun
adanya gangguan-gangguan yang tidak kami sengaja dan di luar jangkauan kami
berdua, saya masih bersyukur, saya jauh lebih beruntung dari teman-teman atau
saudara saya, walaupun mereka berdekatan dengan para suaminya, mereka masih
merasa ada jarak antara mereka. Bagaikan
Mars dan Venus yang berbeda planet yang saling merasa asing diantara mereka.
Komunikasi
jarak jauh ini benar-benar perekat cinta kami berdua. Sering kami menangis
berdua ketika kami chating karena rindu
sudah memuncak atau ketika ada permasalahan yang tidak bisa saya selesaikan sendiri dia akan menjadi pendengar
yang baik dan selalu memberikan motivasi ke saya bahwa saya bisa menyelesaikan
masalah itu tanpa dirinya.
Seperti
ada kontak batin pada kami berdua. Waktu itu saya tengah terbaring lemah di
tempat tidur, dengan demam yang tinggi dan badan yang menggigil. Dalam keadaan seperti
ini ingin sekali rasanya ada suami di samping saya, tapi saya harus kuat dan
tidak boleh cengeng dan tidak ingin membuat suami saya khawatir.
Pukul
1 pagi waktu Indonesia ketika kepala terasa ada beban berat yang menimpa, suhu
badan yang mencapai 39 derajat celcius, handphone
saya berbunyi, saya lirik layarnya terlihat ada tulisan ‘abi sayang’, dengan
badan yang lemah saya raih telpon genggam dan berusaha menjawab sapaannya
dengan seperti suara orang yang segar bugar.
Mendengar
suara saya yang membalas salamnya, suami saya langsung menebak keadaan saya,
kerinduan-kerinduan saya ingin di sampingnya dalam keadaan begini sepertinya
tersambung padanya. Seperti biasa kalau sudah begini suami saya akan cerewet
untuk menyuruh saya ke dokter dan meminum obat, telpon-telpon darinya selalu
mengingatkan saya apakah saya hari ini sudah minum obat apa belum, perhatiannya
benar-benar menjadikan obat yang mujarab untuk saya.
Ternyata, komunikasi memiliki peran
yang sangat penting dalam menciptakan keharmonisan kehidupan rumah tangga,
pasangan suami dan istri banyak mempunyai masalah yang muncul ketika tidak
adanya komunikasi, padahal banyak masalah bisa selesai dengan adanya
komunikasi.
Rasa
sayang dan cinta saya pada suami semakin bertambah karena dirinya sangat bisa
memerankan dirinya sebagai seorang pemimpin yang baik dalam rumah tangganya.
Komunikasi yang kami jalin antara kami berdua dan antara kami dan anak-anak
sangat dia terapkan dalam rumah tangga kami.
Dengan
adanya komunikasi jarak jauh antara kami masa itu menjadikan kami bisa saling
menghargai dan memupuk rasa cinta kami, mengeratkan kembali rasa rindu dan
sayang diantara kami berdua walaupun bukan situasi yang ideal yang kami
harapkan.
Tapi
cinta antara suami istri memang harus diperjuangkan dan selalu di pupuk hingga
kelopak bunganya selalu mekar di hati
dan takkan sempat layu oleh keringnya cinta karena siraman komunikasi yang baik
yang sealu datang dari hati ke hati akan selalu menyuburkan cinta suami dan istri.
Terima
kasih sayangku. I love You!