Saturday, December 1, 2012

Mengenang Multiply

Alhamdulillah, akhirnya semua arsip di multiply berhasil diangkut ke rumah ini. Berkat sahabat baik di Boise jadi tahu cara mindahinnya heheh maklum emak-emak gaptek niih..terimakasih ya sayangku Lintang karainan

Jadi mengenang kembali ketika pertamakali berkenalan dengan MPsejak  6 tahun yang lalu. Membuat blog di Multiply dulu visinya agar suami bisa mengetahui perkembangan istri dan anak-anaknya.Maklum waktu itu kami sedang long distance love, antara Delft dan Depok. Komunikasi kami hanya via skype dan telpon saja. Dengan adanya blog ini suami bisa membaca cerita kami dan melihat perkembangan anak-anaknya lewat photo yang saya posting.

Alhamdulillah, ternyata manfaat yang saya dapatkan ternyata bukan hanya itu saja, tetapi dari multiply ini saya mendapatkan banyak teman dan sahabat. Dari MP ini silaturrahim saya dengan sahabat-sahabat saya bisa berlanjut sampai kini.

Walaupun selama 6 tahun saya bergabung dengan MP dengan tidak banyak posting, tapi banyak kenangan indah di dalamnya.

Terimakasih Multiply, jasamu tetap saya kenang ..


Tuesday, May 29, 2012

Komunikasi Perekat Cinta


           Aura galau ummi dan Qey dah terasa niih, seminggu lagi abi melakukan travelling ke tiga negara selama dua minggu meninggalkan  kami berempat di sini. Semoga perjalanan abi lancar dan dimudahkan aamiin.
Jadi ingin posting sebuah tulisan ummi, bernostalgia ketika ummi dan abi berjauhan , uhuy..   

                                                                Komunikasi Perekat Cinta

                Sejak pernikahan kami 17 tahun yang lalu, komitmen awal yang kami bangun dalam rumah tangga kami adalah komunikasi yang baik antara kami berdua. Bagaimana pun sibuknya diantara kami berdua, komunikasi tak boleh kami abaikan, baik kami dalam keadaan berdekatan ataupun berjauhan.
Sangat terasa ketika antara saya dan suami dalam keadaan long distance love selama dua tahun antara Delft dan Jakarta. Pertemuan fisik kami hanya setahun sekali membuat keadaan yang sangat menyiksa buat saya, sendiri mengurus anak-anak tanpa suami, tidak ada tempat saya mencurahkan isi hati seperti yang biasa kami lakukan bila sedang berdekatan.

Ada rasa menyesal waktu itu, kenapa kami memutuskan saya dan anak-anak untuk pulang lebih awal dari Delft tempat suami saya menuntut ilmu, tapi tak baik menyesal di belakang karena tak ada gunanya dan itu tidak akan membantu sama sekali.
Alhamdulillah Allah yang Maha baik yang telah memberikan saya seorang imam yang saleh, yang sangat bertanggung jawab pada   keluarganya, cinta tulusnya kepada kami sangat dia tunjukkan dalam perbuatan tidak sekedar ucapan belaka.

        Dua tahun yang menyiksa itu ditebus olehnya dengan komunikasi yang sangat baik antara saya dan suami, antara suami dan anak-anak. Kemajuan teknologi benar-benar kami pergunakan, chating tiap hari bersamanya, telpon dan pesan singkat melalui handphone darinya tidak pernah kami lewati,  berita dari saya dan anak-anak terupdate setiap minggu begitu pun dari suami saya.

Cara seperti ini bukan berarti tanpa halangan, ada saja gangguan yang menggoda kami berdua, misalnya ketika kami asyik chating via skype, tiba-tiba saja listrik mati atau ketika seru-serunya  suami menelpon saya,tiba-tiba terputus karena pulsa habis atau adanya gangguan sinyal. Kalau sudah begini sering senewen sendiri. Hmm hidup memang cobaan tapi kami harus struggle menjalaninya.
Walaupun adanya gangguan-gangguan yang tidak kami sengaja dan di luar jangkauan kami berdua, saya masih bersyukur, saya jauh lebih beruntung dari teman-teman atau saudara saya, walaupun mereka berdekatan dengan para suaminya, mereka masih merasa ada jarak antara  mereka. Bagaikan Mars dan Venus yang berbeda planet yang saling merasa asing diantara mereka.

Komunikasi jarak jauh ini benar-benar perekat cinta kami berdua. Sering kami menangis berdua ketika kami chating karena  rindu sudah memuncak atau ketika ada permasalahan yang tidak bisa saya  selesaikan sendiri dia akan menjadi pendengar yang baik dan selalu memberikan motivasi ke saya bahwa saya bisa menyelesaikan masalah itu tanpa dirinya.

Seperti ada kontak batin pada kami berdua. Waktu itu saya tengah terbaring lemah di tempat tidur, dengan demam yang tinggi dan badan yang menggigil. Dalam keadaan seperti ini ingin sekali rasanya ada suami di samping saya, tapi saya harus kuat dan tidak boleh cengeng dan tidak ingin membuat suami saya khawatir.
Pukul 1 pagi waktu Indonesia ketika kepala terasa ada beban berat yang menimpa, suhu badan yang mencapai 39 derajat celcius, handphone saya berbunyi, saya lirik layarnya terlihat ada tulisan ‘abi sayang’, dengan badan yang lemah saya raih telpon genggam dan berusaha menjawab sapaannya dengan seperti suara orang yang segar bugar.
Mendengar suara saya yang membalas salamnya, suami saya langsung menebak keadaan saya, kerinduan-kerinduan saya ingin di sampingnya dalam keadaan begini sepertinya tersambung padanya. Seperti biasa kalau sudah begini suami saya akan cerewet untuk menyuruh saya ke dokter dan meminum obat, telpon-telpon darinya selalu mengingatkan saya apakah saya hari ini sudah minum obat apa belum, perhatiannya benar-benar menjadikan obat yang mujarab untuk saya.
          
           Ternyata, komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan keharmonisan kehidupan rumah tangga, pasangan suami dan istri banyak mempunyai masalah yang muncul ketika tidak adanya komunikasi, padahal banyak masalah bisa selesai dengan adanya komunikasi.
Rasa sayang dan cinta saya pada suami semakin bertambah karena dirinya sangat bisa memerankan dirinya sebagai seorang pemimpin yang baik dalam rumah tangganya. Komunikasi yang kami jalin antara kami berdua dan antara kami dan anak-anak sangat dia terapkan dalam rumah tangga kami.

Dengan adanya komunikasi jarak jauh antara kami masa itu menjadikan kami bisa saling menghargai dan memupuk rasa cinta kami, mengeratkan kembali rasa rindu dan sayang diantara kami berdua walaupun bukan situasi yang ideal yang kami harapkan.

Tapi cinta antara suami istri memang harus diperjuangkan dan selalu di pupuk hingga kelopak bunganya selalu  mekar di hati dan takkan sempat layu oleh keringnya cinta karena siraman komunikasi yang baik yang sealu datang dari hati ke hati akan selalu menyuburkan cinta suami dan istri.
Terima kasih sayangku. I love You!






Friday, May 25, 2012

Kembali Menulis

                                                               Kembali Menulis    

Hmm ternyata sudah begitu lama rumah-rumah maya ummi dibiarkan terabaikan sekian tahun. Tadi barusan blogwalking ke blog lama yang tidak bisa ummi isi lagi karena dah lupa passwordnya hihih tuh kan saking lamanya. Ini pasti gara-gara keasyikan di jejaring sosial yang beken itu tuh, sampai-sampai punya dua rumah di dunia maya ini tak terurus. Balik lagi ke rumah ummi yang gak bisa di buka lagi itu, bisa lihat di sini www.trioahmadku.blogspot.com, senyum-senyum sendiri bacanya, masih culun banget nulisnya, gak beraturan seperti itu heheh.

Rumah satunya lagi ada di multiply, ini juga sudah lama gak disatroni, blog satu ini blog kami berdua, ummi dan abi, jadi kami pun mengisinya berdua. Alamatnya di sini www.iffahikhwan.multiply.com.

Tadi setelah blogwalking ke rumah teman-teman, koq jadi kangen nulis lagi ya, semoga semangat ini bisa istiqomah ya, apalagi di keluarga kami sudah tambah anggota baru yang paling cantik sendiri diantara keempat buah hati kami. Sekarang dia lagi ngetop di rumah, paling dicari oleh keempat arjuna ummi ketika sampai di rumah, ummi jadinya nomor dua deh heheh.

Gadis mungil ini, dua bulan lagi usianya tepat 3 tahun, lagi lucu-lucunya dan mulai menguji kesabaran umminya :-) nanti kita cerita tentang anak gadis ummi satu-satunya ini ya.

Ok, nanti lanjut lagi nulisnya, doakan ya teman-teman ummi bisa konsisten menulis ya, minimal ngisi rumah yang ini ya :-)